1. pertama, “Berdaulat
dalam Politik”. Seperti kita ketahui bersama, bangsa Indonesia pernah dijajah
oleh bangsa asing berabad-abad lamanya. Tiga ratus lima puluh tahun dalam
kolonialisme Belanda bukanlah waktu yang singkat. Pada kondisi bangsa berada
dalam cengkeraman kolonialisme, maka kemerdekaan tidak dimiliki oleh bangsa
kita dan pada saat yang sama tidak ada lagi kedaulatan politik karena semua
sektor telah diintervensi oleh bangsa lain. Padahal sebuah bangsa memiliki hak
untuk mengatur dirinya sendiri.
2. Kedua, “Berdikari
dalam Ekonomi”. Bung Karno mengingatkan kita betapa bangsa Indonesia ini adalah
bangsa yang kaya dengan sumber daya alam (SDA) baik di daratan maupun di laut.
Akan tetapi kekayaan SDA ini belum mampu membangkitkan ekonomi nasional
dikarenakan tingkat ketergantungan terhadap pranata ekonomi asing masih sangat
tinggi. Dengan melihat fakta ini maka bahwa penting sekali bangsa Indonesia
untuk “berdiri di atas kaki sendiri” (berdikari) dalam mengatur perekonomian
demi kesejahteraan rakyat. Ketergantungan yang tinggi terhadap ekonomi bangsa
lain tidak akan menjamin kesejahteraan rakyat, bahkan justru sebaliknya
berpotensi menimbulkan resesi ekonomi nasional yang berkepanjangan.
3. Ketiga, “Berkepribadian
dalam Kebudayaan”. Aspek budaya sama pentingnya dengan aspek lainnya. Bangsa
Indonesia harus menghormati budaya warisan nenek moyang dan menghargai
nilai-nilai luhur kebudayaan di masyarakat. Karakter dan kepribadiaan budaya
positif Nusantara haruslah dijaga dan dilestarikan. Misalnya budaya
gotong-royong yang melambangkan kolektifitas sebuah komunitas yang guyub,
maupun berbagai karya budaya adiluhung yang mewarnai dunia seni
Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar